Jumat, 23 Mei 2014



Meningkatkan Nilai Ekonomi Ampas Kelapa

KabarIndonesia - Daging kelapa biasanya hanya dibuang setelah diambil santannya. Namun lewat tangan mahasiswa UGM dengan menggandeng warga Kaliwilut, ampas kelapa dapat diolah menjadi produk makanan yang bernilai gizi tinggi.

Kamis (22/5), Tim Nucifera (Nutritive Cupcake From Coconut Pulp) melakukan kunjungan lanjutan ke Dusun Kaliwilut, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Agenda Kunjungan lanjutan ini yakni pengawasan proses produksi cookies oleh warga Kaliwilut. "Proses produksi sudah mulai berjalan secara berkelanjutan," ungkap Erlina Nur Arifani, mahasiswi Teknik pertanian yang juga ketua Tim Nucifera.

Pengawasan yang dilakukan oleh tim Nucifera difokuskan pada proses pengemasan cookies dan berat netto produk dalam kemasan. "Kami lebih berfokus pada proses pengemasan, karena sebelumnya pelatihan proses produksi berstandar GMP (Good Manufacturing Product) sudah dilakukan," papar Erlina. Ia menambahkan bahwa warga sudah melakukan produksi cookies sesuai dengan standar GMP sebuah Home Industry.     

Nucifera merupakan salah satu tim PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa-Masyarakat) yang didanai Direktorat Perguruan Tinggi untuk menjalankan program pengabdian masyarakatnya. Tim PKM-M ini beranggotakan Arif Yunahar Ilyas dari jurusan Teknik Pertanian, Cahyo Sadewo Hutomo dari jurusan Sastra Arab, Arif Rakhmat Nasrullah dari jurusan Ilmu Komputer, serta Yuni Arum Sari dari jurusan Kesehatan Hewan. Program pengabdian yang dilakukan oleh tim Nucifera, yakni pelatihan pengolahan ampas kelapa untuk dijadikan cookies. Erlina mengungkapkan bahwa ampas kelapa dipilih karena Dusun Kaliwilut merupakan daerah penghasil kelapa. "Kelapa sangat mudah ditemukan di sini," papar Erlina.

Erlina menambahkan bahwa pemanfaatan hasil samping ampas kelapa sebagai bahan substitusi makanan belum banyak terungkap. "Ampas kelapa biasanya hanya dibuang," terang Erlina. Padahal ampas kelapa merupakan hasil samping yang memiliki keunggulan sebagai pendukung diversifikasi pangan. Kandungan gizi yang terkandung dalam ampas kelapa yang diolah menjadi tepung cukup tinggi."Tepung ampas kelapa mengandung karbohidrat 33,64125% dibanding tepung terigu. Kandungan lemak tepung ampas kelapa lebih tinggi dari tepung terigu, yaitu 38,2377%. Kandungan serat kasar tepung ampas kelapa cukup tinggi, yaitu 15,0689% lebih tinggi dari tepung terigu, yaitu 0,25%. Kandungan serat pangan tak larut sangat tinggi, yaitu 63,66% dan serat pangan larut air sangat rendah 4,53%," beber Cahyo.

Proses produksi ampas kelapa dilakukan di kediaman Gunawan, Kepala Dukuh Kaliwilut. Gunawan mengungkapkan bahwa ia mengapresiasi program ini. "Program ini sangat baik," ugkapnya. Ia menambahkan bahwa dengan program ini, nilai ekonomi kelapa dapat meningkat.

Gunawan berharap bahwa lewat program ini, penghasilan warganya yang sebagian besar merupakan petani dapat meningkat. "Semoga taraf hidup masyarakat Kaliwilut dapat meningkat," harapnya. Ia juga berharap lewat program ini Dusun Kaliwilut dapat dikenal sebagai sentra pengolahan ampas kelapa di Kulon Progo. Senada dengan Gunawan, Erlina juga berharap program ini dapat menjadikan Kaliwilut, sebagai dusun percontohan. "Kami berharap Kaliwilut menjadi dusun mandiri," pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar